PENTINGNYA FILE SIAP CETAK DALAM PRODUKSI PERCETAKAN


Ilustrasi File Siap Kirim

Bagi pelanggan umum, desain dianggap selesai ketika tampilan di layar terlihat bagus. Namun dalam dunia percetakan, file yang “terlihat benar” di layar belum tentu akan dicetak dengan akurat. Ini karena:


**• Monitor menggunakan cahaya (RGB)

• Mesin cetak menggunakan tinta (CMYK)**


Selain itu, printer rumah tangga sangat berbeda dengan mesin offset atau digital printing komersial.


Karena itu, file harus disiapkan dengan standar tertentu agar:

✔ akurat

✔ stabil

✔ tidak berubah saat diprint

✔ tidak hilang elemen

✔ tidak menyebabkan delay produksi


File siap cetak adalah file yang sudah:

  • memiliki ukuran sesuai standar
  • memiliki bleed
  • warna CMYK
  • font sudah outline
  • gambar embed
  • resolusi tinggi
  • layout terkunci

Tanpa semua ini, potensi masalah akan muncul.


PENTING: KONVERSI FONT KE OUTLINE / CURVE


Inilah aturan nomor satu di dunia percetakan.

Jika font tidak diubah menjadi outline, komputer percetakan akan mencoba mengganti font tersebut dengan font lain yang tersedia di komputer. Akibatnya:

  • bentuk huruf berubah
  • jarak antar huruf kacau
  • ukuran teks meleset
  • layout hancur


Contoh paling umum terjadi pada:

  • menu restoran
  • company profile
  • brosur
  • kalender tabel
  • map perusahaan
  • kartu ucapan

Pelanggan sering kaget ketika melihat proof digital dan bertanya:

“Loh, kok hurufnya berubah? Padahal di laptop saya bagus.”


Masalahnya:

font yang Anda pakai tidak ada di komputer percetakan.

Mengubah font menjadi outline membuat tulisan tidak lagi dianggap sebagai teks, tetapi berubah menjadi bentuk (vektor), sehingga bentuknya tidak bisa berubah lagi.


✔ Adobe Illustrator: Type → Create Outlines

✔ CorelDraw: Convert to Curve


Ini satu langkah sederhana tapi menyelamatkan ratusan desain dari kerusakan layout.


GUNAKAN MODE WARNA CMYK (BUKAN RGB)


Mayoritas pelanggan masih bekerja dalam mode warna RGB karena:

  • desain dibuat di Canva
  • file dari internet
  • foto dari HP
  • tampilan monitor terbiasa RGB
  • kebanyakan aplikasi default RGB

Padahal, mesin cetak TIDAK membaca RGB.


Mesin cetak hanya bekerja berdasarkan kombinasi tinta:

**C = Cyan

M = Magenta

Y = Yellow

K = Black**


Jika Anda tetap menggunakan RGB, maka hasil cetak akan:

  • lebih gelap
  • kurang cerah
  • berbeda jauh dari layar
  • berubah tonalnya


Terutama warna:

  • neon
  • biru terang
  • hijau elektrik
  • ungu neon
  • gradasi cerah

Semua itu tidak bisa dicetak 100% akurat karena tinta CMYK tidak mampu menghasilkan warna neon alami.


Cara menghindari masalah:

  1. Ubah mode warna ke CMYK sebelum mulai desain
  2. Gunakan color profile ISO Coated v2 (jika tersedia)
  3. Hindari warna-warna di luar gamut CMYK
  4. Diskusikan warna corporate jika butuh akurasi tinggi


RESOLUSI 300 DPI – SYARAT MUTLAK UNTUK HASIL TAJAM


DPI adalah dot per inch, jumlah titik tinta dalam 1 inci.

  • 300 dpi = cetak tajam
  • 72 dpi = standar layar HP/laptop (pasti pecah kalau dicetak)


Banyak gambar yang diambil dari:

  • WhatsApp
  • Facebook
  • Instagram
  • Screenshot HP
  • website


punya resolusi rendah (72 dpi), sehingga ketika dicetak:

  • wajah pecah
  • tepi kasar
  • foto tidak profesional
  • gambar blur


Padahal brosur, kalender, map, atau kartu nama yang bagus harus memiliki gambar:

✔ resolusi minimal 300 dpi

✔ ukuran file asli, bukan kompresan


Ingat:

Memperbesar file 72 dpi menjadi 300 dpi tidak menyelesaikan masalah.

File akan tetap pecah, hanya ukurannya saja berbeda.


Solusinya:

  • gunakan foto asli dari kamera
  • minta file asli dari desainer
  • hindari foto dari WhatsApp
  • gunakan website stok foto (kalau perlu)


EMBED GAMBAR DAN LINK AGAR TIDAK HILANG



Ketika mendesain di CorelDraw atau Illustrator, gambar sering hanya “ditampilkan”, bukan disimpan di dalam file. Ini membuat:

  • gambar hilang saat dibuka di komputer percetakan
  • resolusi berubah
  • warna berubah
  • layout berubah


Solusinya:

✔ Illustrator → Embed Image

✔ CorelDraw → Keep Link Folder Bersama File


Atau paling aman:

Export file ke PDF high quality

karena PDF akan mengumpulkan semua elemen menjadi 1 file tunggal.


6. SIAPKAN BLEED 3–5 MM UNTUK PROSES POTONG


Bleed adalah area ekstra di luar ukuran jadi.

Contoh:

Ukuran brosur A5 (14,8 × 21 cm)

Maka ukuran file siap cetak harus:

15,4 × 21,6 cm

(ditambah bleed 3 mm di setiap sisi)


Bleed mencegah munculnya garis putih di tepi ketika kertas dipotong menggunakan mesin potong (guillotine). Tanpa bleed:

  • potongan terlihat tidak presisi
  • tepi desain ada garis putih
  • hasil tidak profesional


Produk yang WAJIB memakai bleed:

  • brosur
  • flyer
  • kalender
  • map
  • poster
  • booklet
  • paper bag
  • stiker sheet

Jadi selalu tambahkan bleed sebelum eksport file.


7. SIMPAN FILE DALAM FORMAT PDF HIGH QUALITY


Format file terbaik untuk cetak profesional adalah:

⭐ PDF – High Quality Print

atau

⭐ PDF – Press Quality


Alasan PDF disukai percetakan:

  • font otomatis embed (atau outline)
  • gambar tidak hilang
  • warna konsisten
  • ukuran terkunci
  • bleed tersimpan
  • mudah dicek sebelum cetak


Format file yang boleh disertakan:

✔ AI outline

✔ CDR convert curve

✔ TIFF untuk foto

✔ EPS untuk desain vektor

✔ PDF (paling aman)


Format file yang harus dihindari:

❌ PNG (untuk cetak tidak ideal)

❌ JPEG kompres tinggi

❌ Word (hancur di komputer percetakan)

❌ PowerPoint

❌ Excel


BERIKAN INFORMASI UKURAN JADI DAN CATATAN FINISHING


Ini penting terutama bila Anda memesan produk dengan finishing khusus.


Percetakan biasanya butuh catatan:

  • ukuran final
  • ukuran sebelum lipat
  • arah lipatan
  • jenis laminasi (doff/glossy)
  • jenis jilid (staples/saddle stitch)
  • jenis perforasi
  • area yang tidak boleh dipotong
  • area yang harus dilaminasi/UV


File tanpa catatan finishing sering menimbulkan:

  • ukuran salah
  • lipatan kebalik
  • posisi salah potong
  • hasil tidak sesuai ekspektasi


Sertakan catatan kecil seperti:

“Ukuran jadi: A5, bleed 3 mm, lipat 3, laminasi doff, finishing perforasi.”

Ini mempermudah tim produksi.


CEK LAGI SEBELUM KIRIM – PROOFING MANUAL


Sebelum kirim, lakukan pengecekan mandiri:

✔ spelling betul?

✔ nomor telepon benar?

✔ alamat benar?

✔ logo tidak berubah?

✔ warna corporate tidak meleset?

✔ gambar tidak blur?

✔ margin seimbang?

✔ bleed ada?

✔ file sudah outline?


Cara gampang:

  • buka file PDF
  • zoom hingga 300–400%
  • lihat apakah gambar mulai pecah


Jika pecah di 300%, pasti pecah saat cetak.


PENUTUP – FILE SIAP CETAK ADALAH KUNCI PRODUKSI YANG LANCAR


Menyiapkan file siap cetak adalah investasi kecil yang berdampak besar.


Dengan file yang benar, proses cetak akan:

  • lebih cepat
  • lebih akurat
  • mengurangi revisi
  • mengurangi biaya tambahan
  • membuat hasil akhir lebih profesional
  • mempermudah percetakan bekerja


Percetakan bukan hanya “mencetak”, tapi juga memastikan desain Anda bisa diterjemahkan dengan tepat ke media fisik. Dengan mengikuti panduan lengkap di atas, Anda bisa menghindari masalah umum dalam produksi dan mendapatkan hasil cetak terbaik.