FILE SIAP CETAK – EDUKASI LANJUTAN (PART 2)



 

Banyak orang mengira bahwa file siap cetak hanya tentang “outline font”, “CMYK”, dan “300 dpi”.


Padahal dalam dunia percetakan, ada banyak detil lanjutan yang sangat penting untuk memastikan file benar-benar aman sebelum masuk mesin offset, digital printing, atau large format.


Pada Edukasi Lanjutan – Part 2 ini, kita membahas hal-hal teknis tingkat menengah yang sering luput dari perhatian, tetapi sangat mempengaruhi hasil cetak, seperti:

  • cropmark
  • bleed lanjutan
  • trapping
  • overprint
  • rich black
  • flatten transparency
  • raster effect settings
  • garis tipis
  • grayscale conversion
  • PDF preset untuk cetak offset

Mari kita bahas satu per satu.


⭐ 1. BLEED LANJUTAN – KAPAN 3 MM SUDAH TIDAK CUKUP?


Dalam file siap cetak standard, bleed 3 mm adalah aturan umum.

Namun dalam beberapa kondisi, bleed perlu lebih besar, misalnya:

  • Produk finishing laminasi tebal
  • Produk yang membutuhkan 2 kali potong
  • Produk packaging yang memiliki panel lipatan besar
  • Cetakan besar seperti poster A0
  • Cetakan yang dikerjakan dengan mesin potong manual (bukan guillotine otomatis)


Pada kasus seperti ini, bleed yang aman adalah:

  • 5 mm untuk poster
  • 7 mm untuk beberapa jenis kemasan
  • 0 mm untuk banner besar yang dipotong manual


Dan untuk catatan:

Jika desain memiliki background foto, jangan tarik foto hanya sampai batas bleed.

Tarik hingga lebih melebar 1–2 cm agar tidak ada white-edge.


⭐ 2. CROP MARK – KAPAN HARUS DIPAKAI DAN KAPAN TIDAK


Crop mark / pasmark adalah tanda potong.

✔ Dipakai ketika file dikirim tanpa layout tinggal cetak di mesin offset

✔ Tidak perlu saat Anda mengirim file yang sudah berupa 1 layout final, seperti untuk digital printing kecil


Mengapa cropmark penting di offset?


Karena operator mesin butuh:

  • titik register
  • titik potong
  • tanda lipatan
  • tanda warna


Cropmark juga membantu saat finishing:

  • laminasi
  • UV spot
  • pemotongan laser
  • emboss


Kesalahan umum:

Cropmark diletakkan di dalam bleed.

Itu salah — cropmark harus berada di luar bleed, bukan menempel pada desain.


⭐ 3. TRAPPING – FUNGSI YANG SERING DISALAHPAHAMI


Trapping adalah teknik untuk mencegah “retak putih” di area pertemuan warna, akibat:

  • pergeseran kertas
  • register mesin tidak sempurna
  • perbedaan tekanan roller



Contoh mudah:

Teks hitam di atas kotak kuning.

Jika register geser sedikit saja, akan muncul garis putih di pinggir huruf.


Solusinya → trapping

Yaitu membuat warna gelap sedikit “menggigit” warna terang di bawahnya.

Aturan trapping umum:

  • 0.03–0.08 mm
  • semakin kontras warnanya → trapping lebih besar
  • file PDF harus diset mendukung trapping

Di percetakan offset, trapping membuat hasil jauh lebih rapi.


⭐ 4. OVERPRINT – FITUR KECIL, DAMPAK SANGAT BESAR


Overprint adalah setting yang memungkinkan objek mencetak di atas warna lain tanpa menutupnya.

Masalahnya:

Jika objek putih di-set “overprint”, hasilnya menghilang!

Ini kesalahan klasik yang sangat sering terjadi.


Aturan penting:

❌ Objek putih tidak boleh overprint

✔ Objek hitam tipis boleh overprint

✔ Garis kecil hitam aman dengan overprint

✔ Logo corporate perlu dicek apakah overprint perlu dimatikan


Selalu cek Overprint Preview di:

Illustrator

Acrobat Pro

InDesign

Ini mencegah hilangnya elemen saat cetak.


⭐ 5. RICH BLACK – HITAM UNTUK AREA LUAS


Hitam di CMYK standar adalah:

  • C: 0
  • M: 0
  • Y: 0
  • K: 100

Namun jika area hitam sangat luas (background besar), menggunakan K100 saja akan terlihat kusam dan tidak merata.


Solusinya: Rich Black

Formula aman:

  • C: 60
  • M: 40
  • Y: 40
  • K: 100


Hasilnya:

hitam lebih pekat

tidak belang

lebih stabil di mesin offset


Tapi ingat:

❌ Teks kecil TIDAK boleh pakai rich black

Akan menyebabkan misregister → teks blur.


⭐ 6. FLATTEN TRANSPARENCY – WAJIB UNTUK FILE BERBANYAK EFEK


Efek desain seperti:

  • drop shadow
  • glow
  • blur
  • opacity 50%
  • multiply layer

Bisa bermasalah saat dicetak, terutama di CorelDraw.


Solusinya:

✔ Flatten Transparency

Mengubah seluruh efek menjadi bitmap halus agar tidak error saat RIP (Rendering di mesin cetak).


Setting aman:

  • Resolution: 300–450 dpi
  • Preserve alpha jika butuh
  • Rasterize complex areas


Jika tidak di-flatten:

  • shadow bisa pecah
  • blending berubah
  • efek hilang
  • warna jadi block solid


⭐ 7. RASTER EFFECTS – SETTING YANG SERING SALAH


Dalam Adobe Illustrator:

Effect → Document Raster Settings


Harus diset ke:

  • 300 dpi untuk cetak
  • Anti-alias ON
  • Background transparent


Jika lupa, efek blur atau shadow akan:

  • pecah
  • kasar
  • kotak-kotak
  • terlihat tidak profesional


⭐ 8. GARIS TIPIS – MINIMAL 0.25 pt AGAR TIDAK HILANG


Sering terjadi pelanggan membuat border:

  • 0.1 pt
  • 0.2 pt

Di layar terlihat —

di cetak hilang total.


Aturan emas:

✔ Garis tipis minimal 0.25 pt

✔ Ideal 0.3–0.35 pt untuk offset

✔ 0.5 pt jika warna terang

Untuk tabel kalender, pakai 0.3–0.5 pt agar aman di mesin.


⭐ 9. KONVERSI GRAYSCALE – JANGAN PAKAI RGB HITAM


Jika ingin warna hitam putih, jangan pilih:

❌ RGB → desaturate

❌ warna hitam 50% gray dari RGB

Ini membuat warna abu-abu kacau di cetak.


Gunakan:

✔ Grayscale mode

✔ Atau CMYK hitam→ K100

✔ Atau hitam 60–80% untuk abu-abu lembut


⭐ 10. PDF PRESET UNTUK CETAK OFFSET – SETTING IDEAL


PDF yang benar mengamankan seluruh elemen desain.

Preset ideal:

✔ PDF/X-1a

Atau

✔ PDF/X-4

Setting yang wajib:

  • bleed: ON
  • trim marks: ON
  • convert to destination (CMYK)
  • embed all images
  • embed all fonts
  • transparency flattening (untuk X-1a)

PDF/X sangat stabil untuk mesin Komori, Heidelberg, Solna, maupun mesin digital.


⭐ 11. PENTING: JANGAN KIRIM FILE DENGAN HALAMAN “BOLAK-BALIK SALAH”


Kesalahan teknis yang sering terjadi:

  • halaman depan dan belakang tidak sejajar
  • orientasi kebalik
  • panel lipatan tidak sesuai


Contoh pada brosur lipat 3:

  • panel tengah harus lebih kecil 3–4 mm
  • panel luar tidak sama lebar
  • panel dalam harus ada toleransi lipatan


Jika tidak benar, brosur:

  • sulit dilipat
  • menggelembung
  • retak di lipatan


⭐ 12. PRINSIP BESAR: DESAIN HARUS MENYATU DENGAN PRODUK, BUKAN HANYA LAYAR


Desain bagus di layar belum tentu bagus ketika:

  • dipotong
  • dilipat
  • diberi laminasi
  • diberi perforasi
  • dijilid
  • dinaikkan ke mesin offset


Makanya file harus:

  • memikirkan arah lipatan
  • memikirkan area terpotong
  • memikirkan area lem (untuk paper bag)
  • memikirkan jarak aman dari tepi


⭐ PENUTUP: FILE SIAP CETAK LANJUTAN ADALAH FONDASI CETAKAN PROFESIONAL


Jika Part 1 membahas dasar-dasar file siap cetak,

maka Part 2 ini membahas lapisan teknis yang jarang diketahui, tetapi sangat menentukan:

  • kualitas warna
  • presisi potongketajaman teks
  • stabilitas efek
  • akurasi layout
  • profesionalitas hasil akhir

Dengan memahami semua teknik lanjutan seperti trapping, rich black, flatten transparency, overprint, bleed lanjutan, dan preset PDF/X, Anda akan terhindar dari banyak masalah produksi yang sering memakan waktu dan biaya.