Cetak Form Perusahaan

Cetak Form sudah umum di kalangan dunia usaha. Baik yang skala kecil maupun level atas. Setidaknya ada dua jenis form dewasa ini yang di pakai dalam perusahaan yaitu form kertas dan form elektronik. Sejatinya dari kedua jenis form tersebut memiliki fungsi yang sama, form sebagai media komunikasi.



















Form dalam arti sempit bisa di katakan sebagai bukti transaksi atau dokumen. Pada lembaran  formulir dapat berupa kertas atau kartu. Di dalam form biasanya terdapat data yang tetap dan ada juga yang tidak tetap.
Ukuran form kantor atau pabrik antara lain : Folio, 1/2 Folio, 1/3 Folio, 1/4 Folio, A4 dan letter (kuarto).

Bahan baku form yang biasa di cetak biasanya menggunakan :
  1. Kertas HVS, kertas yang sudah sangat umum dimasyarakat. Ketas HVS ada yang berwarna putih dan juga tersedia beberapa warna lainnya. Gramasi yang digunakan umumnya 60 dan 70 gsm.
  2. Kertas Koran, atau biasa juga disebut kertas buram. Merupakan kertas daur ulang berwarna keabu-abuan. Kelebihan penggunaan form dengan kertas koran dari sisi harga, sangat ekonomis.
  3. Kertas NCR , merupakan kertas berkarbon. Diperlukan untuk form atau dokumen dengan jumlah rangkap tertentu. Dengan gramasi 55 gsm, kertas NCR tersedia dalam beberapa warna pelangi, putih merah, kuning hijau, biru.
  4. Kartu Tik, merupakan kertas tebal dengan gramasi kisaran 250 gsm. Penggunaan kartu tik umumnya untuk cetak kartu stock, kartu APAR dan lainnya.
Proses cetak form untuk menghemat biaya produksi, hanya satu warna. Namun pada form tertentu seperti Invoice, Surat Jalan, proses cetak dilakukan menggunakan beberapa warna sebagai identitas perusahaan. Tentunya dari segi biaya proses pencetakan dengan beberapa warna membuat harga jual form menjadi tinggi.